Mengidentifikasi unsur pembangun puisi (X9)
Nama Guru : Suci Gustina, S.Pd
Mata Pelajaran : B. Indonesia
Kelas : X9
Materi : Mengidentifikasi unsur pembangun puisi
KD : 3.17 Menganalisis unsur pembangun puisi
CP:
1. Siswa dapat mengetahui pengertian puisi dan jenis-jenis puisi
2. Siswa dapat mengidentifikasi unsur pembangun puisi (tema, diksi, gaya bahasa, imaji, struktur, perwajahan)
Puisi
Puisi adalah salah satu karya sastra selain prosa dan drama
Puisi digunakan seseorang untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, dan perasaan dalam bentuk kata-kata yang indah.
Jenis puisi dibagi menjadi 2 yaitu puisi lama dan puisi modern. Puisi tersusun atas 2 unsur pembangun yaitu struktur batin dan struktur fisik.
Struktur batin meliputi tema, amanat, nada dan suasana
Struktur fisik meliputi diksi (pilihan kata), irama, citraan, kata konkret, Rima (pengulangan bunyi), dan tipografi (tata wajah).
Unsur kebahasaan puisi yaitu :
1. Majas
2. Tema dan suasana puisi
Majas (bahasa kiasan)
Jenis-jenis majas:
1. Simile
2. Metafora
3. Perumahan epos
4. Personifikasi
5. Metonimia
6. Sinekdoke
7. Alegori
Citraan dibagi menjadi 4 yaitu :
1. Citraan penglihatan
2. Citraan pendengaran
3. Citraan penciuman
4. Citraan perasaan
Kata konkret adalah kata yang acuannya bisa diserap oleh panca indra. Contoh: lemari, kursi, tampan, pasir, ombak, anak-anak
Kata abstrak adalah kata yang acuannya tidak bisa diserap oleh panca indra. Contoh : kebijakan, usulan, khayalan, impian, dll
Kata konotatif adalah kata-kata yang berasosiasi. Asosiasi merupakan keterkaitan makna kata dengan hal lain. Contoh: kupacu kudaku yang bermakna semangat yang menggebu"
Komentar